JAKARTA - Serikat Pekerja geram adanya peristiwa perdagangan manusia yang mengakibatkan 39 perempuan menjadi korban di Tambora, Jakarta Barat. Kasus tersebut diduga adanya sindikat atau jaringan mafia perdagangan manusia.
Ketua Umum Serikat Pekerja IMPPI, Wiliam Yani Wea meminta kasus perdagangan manusia di Tambora diusut tuntas. “Kami meminta diusut tuntas, karena dugaan kasus ini sudah sindikat,” kata William Yani Wea, Jumat (24/3/2023).
Yani menjelaskan, aparat keamanan tidak boleh tinggal diam dan membiarkan kejahatan perdagangan orang itu, semakin merajalela di masyarakat.
“Saat ini, human trafficking makin memprihatinkan. Apalagi ada indikasi beking dari oknum pejabat ini makin kuat. Kami saat ini sedang melakukan investigasi untuk membuka kotak pandora Mafia perdagangan orang. Sekaligus mencari data valid serta fakta siapa oknum pejabat atau oknum aparat keamanan yang terlibat,” ujarnya.
Bagi keluarga atau korban praktik perdagangan manusia bisa langsung dilaporkan melalui email [email protected]. “Karena 6 bulan mendatang semua data yang dianggap valid akan dilaporkan ke Menkopulhukam,” ujarnya.
Untuk diketahui, IMMPI berafiliasi langsung dengan konfederasi buruh terbesar di Tanah Air yaitu, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea.
Sehingga diharapkan pihak kepolisian menyelidiki dengan detail Kasus perdagang manusia di Tambora Jakarta Barat yang bermodus tawaran pekerjaan sebagai asisten rumah tangga, namun justru berakhir sebagai pekerja seks komersial.