Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Main-Main, AS Kucurkan Rp4,4 Triliun untuk Bangun Database Riset Penyakit Alzheimer

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |13:00 WIB
Tak Main-Main, AS Kucurkan Rp4,4 Triliun untuk Bangun Database Riset Penyakit Alzheimer
Ilustrasi penyakit Alzheimer (Foto: Reuters)
A
A
A

CHICAGO – National Institute on Aging (NIA) di Amerika Serikat (AS) mengucurkan dana sebesar USD300 juta (Rp4,4 triliun) untuk sebuah proyek berjangka enam tahun dalam rangka pembuatan database AlzheimerIni bisa digunakan untuk mencatat kondisi kesehatan warga selama puluhan tahun dan akan bisa membantu para peneliti untuk lebih memahami penyakit tersebut.

Petinggi NIA mengatakan kepada Reuters, NIA, yang tergabung dalam Institut Kesehatan Nasional (NIH) milik pemerintah, menargetkan pembangunan platform data yang bisa menyimpan data kesehatan mayoritas warga Amerika Serikat dalam jangka panjang.

Platform data tersebut akan mengambil data kesehatan dari catatan kesehatan, asuransi, farmasi, perangkat pribadi, sensor, dan berbagai agen pemerintahan yang lain.

"Data nyata adalah hal yang kita butuhkan untuk membuat berbagai macam keputusan mengenai efektivitas obat dan menjangkau populasi secara lebih luas dari apa yang uji klinik bisa lakukan," kata Dr Nina Silverberg, Direktur pusat riset Alzheimer NIA, dikutip Antara.

Mencatat perkembangan pasien sebelum dan sesudah menunjukkan gejala Alzheimer diyakini penting dalam membuat langkah-langkah penanganan penyakit tersebut. Alzheimer bisa menjangkit 20 tahun sebelum masalah-masalah soal ingatan mulai tampak.

Penelitian Alzheimer dibantu oleh Leqembi, sebuah terobosan baru yang dibuat Eisai Co Ltd dan Biogen Inc. Pengobatan itu bisa memperlambat laju penyakit pada pasien stadium awal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement