“Yang indah, dari kecil diajarin untuk jangan belagu, jangan petantang petenteng, jangan ngegodain, yang lain. Kalau lebaran duluan. Misal, beduk ga dikeluarin. Speaker, dalem doangan. Ga ada takbiran kecuali suara dalam. Ga ada pawai obor. Dan pengumuman mushalla ke mushalla, senyap. Ga rame2. "Berlebarannya" besoknya aja, pas udah semua lebaran. Dan suka dikasih catatan, yang mau gabung aja. Yang engga, ga apa2. Ga berdosa tetep puasa, dengan istikmaal,” lanjut Yusuf Mansur.
“Jadi, perbedaan ini rahmah. Sebab jadi ilmu. Ga ada yang salah. Bahwa pemerintah mengambil satu prinsip tertentu, itu adalah haknya sebagai pemerintah. Waliyyul Amri,” tulisnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.