Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soroti Bahaya AI, Perindo Minta Pemerintah Siapkan Regulasi Aplikasi Berbasis AI

Nur Khabibi , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |09:23 WIB
Soroti Bahaya AI, Perindo Minta Pemerintah Siapkan Regulasi Aplikasi Berbasis AI
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Pelopor kecerdasan buatan atau yang dikenal Artificial Intelligence (AI) Geoffrey Hinton mundur dari Google per April 2023. Alasan ia pamit dari perusahaan teknologi raksasa tersebut lantaran AI berpotensi berbahaya karena dinilai dapat memiliki kecerdasan melebihi manusia.

Ketua Bidang Hukum Internal DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Christophorus Taufik menilai, perkembangan AI perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya dengan maraknya penggunaan ChatGPT. 

"ChatGPT salah satu model bahasa paling canggih yang semula dikembangkan oleh openAI. Sekarang kita bisa menulis artikel dengan sangat cepat bahkan yang saya dengar sudah dilakukan percobaan pembuatan tesis dengan menggunakan teknologi hasilnya lebih baik dari yang dibuat secara manual oleh manusia," kata pria yang karib disapa Chris saat dihubungi, Kamis (4/5/2023).

Menurut Chris, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari oleh siapapun dan di negara mana pun. Untuk itu, ia menilai Pemerintah melalui instansi terkait perlu mengeluarkan regulasi guna menghindari potensi negatif dari penggunaan AI di Tanah Air. 

"Sudah waktunya Pemerintah melalui Kementerian terkait mulai mempersiapkan regulasi-regulasi yang dipandang perlu dalam pengaturan penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT," ujarnya.

"Secara pasti nampaknya teknologi ini akan terus berkembang semakin canggih untuk membantu manusia di satu sisi, sementara di sisi yang lain juga berpotensi menggerus berbagai sektor lapangan kerja bahkan sangat berpotensi menghasilkan karya-karya ilmiah yang mempesona tapi artificial," sambungnya.

God Father AI Ingatkan Potensi Bahaya AI

Pelopor yang mendapatkan julukan God Father of AI Geoffrey Hinton menyatakan apa yang ia dulu kembangkan mempunyai potensi bahaya yang cukup serius. Hal itu pula yang mengakibatkan ia pamit dari Google.

"Lihatlah bagaimana lima tahun yang lalu dan sekarang. Ambil bedanya dan sebarkan ke depan. Itu menakutkan," kata Hinton kepada The New York Times, dilansir Selasa 2 Mei 2023.

Hinton mengatakan bahwa saat ini perusahaan berlomba memanfaatkan sistem AI yang kuat dan berpotensi menjadi semakin berbahaya. Google dan raksasa teknologi lainnya telah terlibat dalam persaingan yang menurut Hinton tak mungkin dihentikan, demikian seperti dilansir dari TechSpot, Selasa 2 Mei 2023.

"Sebenarnya saya pergi agar saya bisa bicara tentang bahaya AI tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap Google. Google telah bertindak sangat bertanggung jawab," tulis Hinton dalam akun Twitter pribadinya @geoffreyhinton.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement