Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerasnya Menjadi Pasukan Kopaska, Dituntut Berpikir 10 Kali Lebih Cepat dalam Kondisi Terdesak

Nanda Aria , Jurnalis-Rabu, 10 Mei 2023 |05:08 WIB
Kerasnya Menjadi Pasukan Kopaska, Dituntut Berpikir 10 Kali Lebih Cepat dalam Kondisi Terdesak
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) memiliki pasukan khusus yang disebut Komando Pasukan Katak (Kopaska). Pasukan elite ini sering ditugaskan untuk menjalankan operasi khusus seperti Operasi Amfibi dan tugas lainnya untuk memperlancar operasi TNI AL.

Pasukan komando yang memiliki semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna atau tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi ini didirikan pada 31 Maret 1962. Pasukan ini memiliki ciri khas memakai topeng tengkorak.

 BACA JUGA:

Pembentukan Kopaska merupakan instruksi langsung Presiden Soekarno. Hal ini didasari karena hubungan Indonesia dan Belanda memanas terkait perebutan Irian Barat kala itu. Soekarno kemudian meminta agar dibentuk Pasukan Katak yang dapat menyerang armada Angkatan Laut Belanda alias Koninklijk Marine (KM) yang memblokade Indonesia.

Menteri Panglima AL Laksamana Madya Raden Eddy Martadinata lalu menindaklanjuti perintah Bung Karno. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Laksdya Raden Eddy kemudian melaksanakan upacara peresmian berdirinya Kopaska di area kolam renang Senayan ketika para calon instruktur Kopaska sedang berlatih.

 BACA JUGA:

Upacara peresmian saat itu hanya dilaksanakan dengan anggota upacara para instruktur yang sedang berlatih, dengan ala kadarnya. Peresmian yang mendadak ini dikarenakan tim akan diterjunkan ke Operasi Trikora membebaskan Irian Barat.

Tugas utama dari Kopaska adalah peledakan/demolisi bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia ke kapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut/maritime counter terorism.

Jika tidak sedang ditugaskan dalam suatu operasi, prajurit Kopaska dapat ditugaskan menjadi pengawal pribadi VIP seperti Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Saat ini, Kopaska terbagi menjadi tiga Komando yakni, Satuan Komando Pasukan Katak Armada I di Pondok Dayung, Jakarta Utara; Satuan Komando Pasukan Katak Armada II di Surabaya; dan Satuan Komando Pasukan Katak Armada III di Sorong.

Untuk menjadi prajurit Kopaska tidak sembarangan. Anggota Kopaska dipilih dari orang-orang terbaik dari TNI AL. Pesertanya juga harus sudah pernah bertugas di kapal TNI AL minimal dua tahun. Pendidikan Kopaska diawali dengan latihan fisik yang luar biasa. Ini dilakukan agar para prajurit bisa menyelam dan melakukan pertempuran di bawah air.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement