JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 87 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah Selat Sunda, Banten, hingga Sabtu pukul 11.00 WIB atau selama empat hari pasca gempa utama kekuatan M5,4 pada Rabu, 10 Mei 2023, pukul 11.24 WIB.
“Gempa susulan 87 kali dari gempa utama M5,4 Sumur Banten hingga 13 Mei 2023 pukul 11.00 WIB,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, Sabtu (13/5/2023).
BACA JUGA:
Sementara itu, Daryono mengungkapkan gempa yang dirasakan tercatat dua kali dengan kekuatan terbesar M5,1 dan terkecil M2,3.
Dia pun memastikan memastikan gempa yang terjadi di Selat Sunda belum terlihat karakter swarm. “Rentetan gempa Selat Sunda saat ini menurut saya masih belum terlihat karakter swarm-nya. Masih lebih cocok sebagai rentetan gempa susulan dari gempa utama (mainshock) M 5,2 - masih dalam tipe gempa mainshock-aftershocks,” tegasnya.
BACA JUGA:
Tercatat gempa susulan dengan kekuatan terbesar yakni M5,1 tercatat pada tanggal 10 Mei pukul 17.48 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,49° LS ; 104,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 Km arah Selatan Pematang Sawa, Tanggamus, Lampung pada kedalaman 10 km.
Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” katanya.