Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

China dan Rusia Pererat Kolaborasi Militer di Asia, Menlu Jepang Prihatin

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 15 Mei 2023 |13:09 WIB
China dan Rusia Pererat Kolaborasi Militer di Asia, Menlu Jepang Prihatin
Jepang prihatin kolaborasi militer Rusia dan China (Foto: Ilustrasi bendera Rusia dan China/AP)
A
A
A

JEPANG - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Yoshimasa Hayashi, pada Sabtu (13/5/2023), menyatakan keprihatinannya terkait peningkatan kerja sama militer Rusia dan China di Asia. Ia menegaskan situasi keamanan di Eropa tidak dapat dipisahkan dari situasi di kawasan Indo-Pasifik sejak invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina.

Hayashi mengatakan perang Rusia di Ukraina telah mengguncang fondasi tatanan internasional, maka masyarakat internasional harus memberikan tanggapan bersama. Ia mengatakan hal tersebut pada pertemuan menteri luar negeri Eropa dan Indo-Pasifik di Swedia.

“Jika tidak, tantangan serupa akan muncul di wilayah lain dan tatanan yang ada yang telah menopang perdamaian dan kemakmuran kita dapat dibatalkan secara fundamental,”terangnya, dikutip VOA.

Jepang dengan tegas mendukung posisi Ukraina dalam perang perang tersebut. Namun, China mengatakan pihaknya tetap netral sambil menyatakan hubungan "tanpa batas" dengan Moskow. Beijing bahkan menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena memprovokasi konflik tersebut.

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengunjungi Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada bulan Maret bersamaan dengan pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement