Hayashi menuduh Beijing "melanjutkan dan mengintensifkan upaya sepihaknya" untuk mengubah status quo di laut China Timur dan Selatan dengan paksa dan meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan.
“Selain itu, China dan Rusia memperkuat kerja sama militer mereka, termasuk penerbangan bersama pengebom mereka dan latihan angkatan laut bersama di sekitar Jepang,” lanjutnya.
China, yang mengklaim sebagian besar Laut China Selatan serta pulau-pulau yang dikuasai Jepang di Laut China Timur, mengatakan memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan pembangunannya.
Hayashi juga memperingatkan adanya aktivitas Korea Utara dalam "meningkatkan provokasi" di wilayah tersebut dengan melakukan peluncuran rudal balistik "dengan frekuensi dan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Dia bergabung dengan puluhan menteri dari Uni Eropa dan kawasan Indo-Pasifik untuk pertemuan di utara Ibu Kota Swedia. China tidak diundang ke pembicaraan tersebut.
“Sejak agresi Rusia ke Ukraina, situasi keamanan di sini di Eropa dan situasi keamanan di Pasifik tidak dapat dipisahkan,” tambahnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.