Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Polisi Nakal, DPR: Meski Sedikit, Tidak Ada Pilihan Polri Harus Lebih Baik

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 16 Mei 2023 |13:42 WIB
Soal Polisi Nakal, DPR: Meski Sedikit, Tidak Ada Pilihan Polri Harus Lebih Baik
Dialog Publik yang digelar Polri (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani meyakini, jumlah anggota Polri yang tidak baik jumlahnya lebih sedikit dibanding yang baik. Kendati, jumlah yang sedikit ini seringkali mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri keseluruhan.

Arsul yang juga anggota Komisi 3 DPR RI itu menuturkan, tugas besar Polri itu ada dua, yang pertama memelihara keamanan dan ketertiban. Kedua, adalah penegakan hukum.

"Yang penegakan hukum itu jumlahnya sedikit dibanding yang lain, tapi yang tidak baik itu ada di sini dan mempengaruhi persepsi masyarakat," kata Arsul Sani dikutip Antara dalam Dialog Publik "Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman" yang diselenggarakan Divisi Humas Mabes Polri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Dalam acara yang dibuka Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho itu, lanjut Arsul Sani, dari kunjungannya ke sejumlah daerah dan usulan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota Polri yang baik itu jauh lebih banyak.

"Dari sekitar 450 ribu anggota Polri, hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum itu jumlahnya sedikit," kata Arsul.

Arsul Sani tetap mengingatkan tidak ada pilihan Polri agar bertransformasi menjadi lebih baik. Ia khawatir kalau tidak lebih baik, peran dan fungsinya bisa diambil instansi lain.

Sementara Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengakui jika laporan mengenai anggota Polri didominasi oleh kasus penegakan hukum.

"Jumlahnya sekitar 90 persen," ujar Poengky.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement