Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Tangis Bung Karno dan Hatta Pecah di Wisma Yaso

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 05 Juni 2023 |05:01 WIB
 Ketika Tangis Bung Karno dan Hatta Pecah di Wisma Yaso
Soekarno dan Hatta (foto: dok ist)
A
A
A

FEBRUARI 1970, kondisi Bung Karno semakin parah karena menderita penyakit ginjal saat dirawat di Wisma Yaso setelah anaknya Rachmawati memohon untuk memindahkannya dari Istana Bogor.

Mendengar kabar tersebut, Hatta duduk di beranda rumahnya sambil menangis teringat sahabatnya itu. Lalu ia bicara kepada istrinya, Rachmi, bahwa ia bermaksud menemui Bung Karno. Tapi Rachmi menolak dan berkata bahwa Soekarno sudah menjadi tahanan politik sehingga tak mungkin bisa ditemui.

"Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku. Ia sahabatku. Kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan di antara kami, itu lumrah. Tapi aku tak tahan mendengar Sukarno disakiti seperti ini,” elak Hatta seperti dikutip pada buku Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik.

Keesokan harinya, Hatta diizinkan mengunjungi Soekarno. Sebelumnya ia menulis surat dengan nada tegas kepada Soeharto untuk bertemu Soekarno. Uniknya, surat itu langsung di setujui: Hatta diperbolehkan menjenguk Bung Karno.

Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit. la menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno membuka mata dan menyadari kehadiran Hatta sambil menyapa lemah. Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih.

Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sambil sedikit tersenyum menghibur ia hanya bisa menjawab dengan menanyakan kondisi Soekarno.

Hatta menyapanya dengan “No”, sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Ia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.

Hoe gaat het met jou? (Bagaimana keadaanmu?)” ucap Soekarno.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement