Masih di lokasi yang sama, Junghuhn menemukan bunga - bunga harum dan bekas bara api yang terbakar sebagai bagian dari pemujaan. Temuan ini menunjukkan bahwa tempat tersebut dianggap sebagai tempat sakral dan tempat tinggal dewa oleh orang Jawa.
Kemudian Junghuhn juga menjelaskan bagaimana temuan piramida di Gunung Lawu kala itu. Ia menggambarkan bagaimana lereng timur terdiri atas teras-teras yang dihubungkan oleh tangga-tangga sempit ke teras tertinggi tempat pondok itu berdiri. Teras terbesar memiliki panjang 50 kaki atau sekitar 15,24 meter dan lebar 25 kaki atau sekitar 7,62 meter.
Kedua tangga tadi, yang menghubungkan berbagai teras satu sama lain, dikelilingi oleh dinding dan dibentuk dari batu bersudut kasar yang bertumpuk satu sama lain. Pada tangga tersebut, tidak ada jejak pekerjaan manusia yang dapat terdeteksi.
Lebih rendah dari lereng timur, sekitar 1.000 kaki atau sekitar 304,8 meter di bawah mahkota, ditemukan teras dengan pondok kecil yang serupa dengan teras sebelumnya. Terdapat beberapa piramida tumpul yang dapat ditemukan di tempat ini.
Piramida ini terdiri atas batu-batu yang berukuran cukup besar dan kira-kira ditumpuk pada ketinggian 5 atau sekitar 1,52 meter hingga 8 kaki atau sekitar 2,44 meter. Dikatakannya bahwa teras dan piramida ini dibentuk oleh seorang pandita besar Jawa yang tinggal di sini sebagai seorang pertapa.
Selaput lumut tebal yang ditemukan pada batu-batu ini, merupakan vegetasi subur yang batang-batangnya telah berakar di permukaan. Hal ini menunjukkan bahwa vegetasi tersebut telah berusia sangat tua.
Pada Laporan Tahunan Dinas Topografi bertajuk Topografischen Dienst 1920, bertanda Deputi Kepala Dinas Majoor RC Gaade tahun 1881- 1942 kembali memberikan deskripsi tentang teras-teras ini. Dia menemukan lima teras yang teras keempatnya dituangkan di dalam sebuah peta.
Pada ekspedisi Gaade, dinding berbentuk cincin yang ditemukan oleh Junghuhn di bagian atas Argo Dumilah dan piramida batu tumpul di kaki bagian atas ternyata telah hilang sama sekali. Namun, pada 20 Mei 1937, masih melihat beberapa piramida ini tidak jauh dari Hargo Dalem.
(Angkasa Yudhistira)