JAKARTA – Pertempuran Saipan terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada 15 Juni 1944 hingga 9 Juli 1944. Ini adalah pertempuran yang terjadi di Pulau Saipan yang merupakan bagian dari Kepulauan Mariana selama Perang Dunia II.
Dalam pertempuran ini, tentara Amerika Serikat (AS) dapat menaklukkan tentara Jepang yang dikomando oleh Yoshitsugu Saito.
Menurut Wikipedia, dalam kurun tahun 1943 dan paruh pertama 1944, Sekutu telah merebut Kepulauan Solomon, Kepulauan Gilbert, Kepulauan Marshall dan Semenanjung Papua New Guinea. Hanya menyisakan Jepang dengan Filipina, Kepulauan Caroline, Kepulauan Palau dan Kepulauan Mariana.
AS sebenarnya sengaja ingin melewatkan Carolines dan Palaus untuk langsung merebut Marianas dan Taiwan. Dari tempat ini, basis kedua komunikasi antara tanah air Jepang dan pasukan Jepang di selatan dan barat bisa dipotong.
Selain itu, jika AS berhasil menguasai Marianas, Jepang akan lebih mudah dijangkau dengan serangan udara mengandalkan jenis baru Boeing B-29 Superfortress jarak jauh bomber dengan radius operasional dari 1.500 mil (2.400 km).
Meski bukan bagian dari rencana awal Amerika, Komandan Asia Pasifik Barat Daya, Douglas MacArthur, mendapat izin untuk merengsek maju melalui Nugini dan Morotai, menuju Filipina.
Hal ini memungkinkan MacArthur untuk mewujudkan janjinya membebaskan Filipina, yang tercantum dalam pidato ‘I Shall Return’.