JAKARTA - Polri melihat sebagian masyarakat menyematkan stigma negatif kepada polisi. Salah satunya dengan menakut-nakuti anak jika nakal akan dilaporkan polisi. Untuk itu, Polri mengajak masyarakat mulai menanamkan citra positif polisi kepada anak-anak.
"Ini kan menanamkan stigma negatif terhadap Polri yang tertanam sampai mereka dewasa," Kabag Pangkat ASDM Polri Kombes Pol Hari Haryadi dalam dialog publik bertajuk "Polisi Unggul Yang Presisi dan Humanis" di Jakarta, Rabu (21/6/2023).
Haryadi mengajak masyarakat mulai menanamkan kesan positif Polri kepada anak-anak mereka. Kendati pihaknya bersyukur karena dari hasil survei kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat.
Asisten Deputi Perancangan Jabatan, Perencanaan, dan Pengadaaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Aba Subagja menilai peran Polri sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia mengapresiasi Polri yang sangat terbuka, dan terus meningkatkan kompetensi anggotanya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi.
"Yang dibutuhkan adalah memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain untuk lebih meningkatkan kemampuan Polri dalam menangani masalah sosial dengan humanis dan presisi," katanya.
Sementara Guru Besar Universitas Bhayangkara, Jakarta Prof Hermawan Sulistyo mengatakan, polisi adalah cerminan baik-buruknya masyarakat.
"Kalau masyarakat brengsek jangan bermimpi polisi jadi malaikat," katanya.