JAKARTA - Jamaah haji Indonesia sempat telantar di Muzdalifah lantaran bus penjemput terlambat menjemput mereka untuk bertolak ke Mina.
Seperti diketahui, dalam mobilitas jemaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Kemenag menjalin kerja sama dengan perusahaan penyedia layanan yang disebut masyariq.
Bukan hanya akomodasi, jamaah juga menghadapi permasalahan di penginapan yang jumlahnya kurang dari jumlah total jemaah serta terlambatnya makanan.
BACA JUGA:
Merespons hal tersebut, Ketua DPP Bidang Keagamaan Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad menyatakan Kementerian Agama (Kemenag) harus melakukan evaluasi terhadap masyair atau masyariq yang telah ditunjuk.
"Kemenag selaku penyelenggara ibadah haji harus melakukan evaluasi terhadap kinerja masyariq yang buruk ini dan menuntut kepada Pemerintah Arab Saudi agar mengganti masyariq yang berkinerja buruk ini pada musim haji yang akan datang," kata Khaliq, Sabtu (1/7/2023).

Libur Idul Adha 3 Hari, Abdul Khaliq: Pemerintah Dengarkan Harapan Masyarakat
Abdul Khaliq Ahmad yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat) itu menyebutkan, kurang profesionalnya masyariq tentu merugikan jemaah haji, karena tidak mendapatkan hak-haknya.
Padahal, biaya haji tahun ini mengalami kenaikan, namun pelayanan masih saja kurang optimal.
"Kemenag juga harus berani melakukan instrospeksi dan koreksi secara internal terutama dalam hal rekruitmen petugas haji pada musim haji yang akan datang," ujar Khaliq.