Lebih dalam, kata Rustika, pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2023, juga menjadi isu yang paling berperan penting dalam mengatrol angka kepercayaan publik terhadap Polri.
Menurut Rustika, arus mudik dan balik Lebaran 2023 yang berjalan lancar membuat berita negatif soal mudik menjadi minim. Selain itu, sentimen positif soal arus mudik dan balik juga dipengaruhi masifnya pemberitaan soal kesiapan dan pengamanan mudik dari seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia.
Pengalaman langsung masyarakat terhadap pelayanan Polri di lapangan dalam mengelola arus mudik dan arus balik didukung strategi komunikasi efektif yang dilakukan, terutama terkait pengaturan lalu lintas, terlihat sangat menonjol.
Berdasarkan hasil riset tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjadi media darling dengan menyumbang jumlah statement tertinggi yakni hingga 141.902 pernyataan yang dikutip media.
“Ini juga mengindikasikan Kapolri dan jajarannya kerap sigap memberikan informasi maupun menangkal informasi yang negatif dengan cepat tanggap,” ucap Rustika.
Salah satu contohnya adalah ketika ada sebuah kebijakan yang dirasa kurang pas, seperti Ujian praktik zigzag dan angka 8 untuk memperoleh SIM, Kapolri dengan segera mengingatkan, atau juga dalam kasus Selvi Amalia di Cianjur dan kasus Hasya mahasiswa UI yang meninggal karena ditabrak rombongan polisi.
Menurut Rustika, keberhasilan Polri mengangkat citranya adalah sebuah kerja yang sangat besar. “Diperlukan soliditas dan kesadaran seluruh anggota Polri untuk secara Bersama-sama bekerja lebih keras dibandingkan sebelumnya. Mereka juga diharapkan untuk mengerem dirinya sendiri dan keluarganya, karena seluruh masyarakat kini lebih memperhatikan posisi Polri sejak kejadian Ferdy Sambo,” tambah Rustika.
Rustika menilai sensitivitas Polri terhadap isu-isu publik sudah mulai meningkat diibanding waktu-waktu sebelumnya. Selain itu, kata dia, Polri juga lebih cepat bergerak dan bertindak begitu ada isu yang berpotensi untuk meningkat tajam.
“Pendekatan humanis juga mulai dikedepankan,” tutur Rustika.
Menurut dia, kepemimpinan yang kuat yang menjadi kunci atas keberhasilan ini. Kepemimpinan yang kuat, kata Rustika, Polri dan seluruh anggota mampu bangkit, bergerak, dan semakin mendekat ke masyarakat serta terus menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
“Masyarakat tentunya memiliki harapan besar Polri berperan aktif dalam pembangunan, khususnya dalam penegakan hukum, melindungi masyarakat dan negara,” tutur Rustika.
Karena itu, lanjut dia, Polri harus terus bekerja, beradaptasi dengan perubahan zaman dan tuntutan masyarakat. Dengan begitu, Polri semakin hari makin kredibel dan professional dalam menjalankan fungsinya sesuai amanat konstitusi.
(Fakhrizal Fakhri )