JAKARTA - Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku bakal mencabut program bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa tawuran.
Budi menegaskan hal tersebut usai melakukan tinjauan di SMPN 188 Jakarta Timur.
"Kan kita sudah komitmen namanya anak mendapatkan KJP harus sekolah benar-benar, kalau tawuran saya pasti akan cabut," ujar Heru, Jum'at (21/7/2023).
Kepada jajaran sekolah, pihaknya meminta untuk selalu mengawasi para siswanya agar tidak tawuran. Ia juga tak segan untuk memberikan sanksi kepada kepala sekolah jika peserta didiknya melanggar aturan tersebut.
"Tawuran kan ada pengawas sekolah ada kepala sekolah, wajib sekolah mengantispasi ini kalau ada tawuran ya tanggung jawab kepala sekolah itu," ujarnya.
Dalam tinjauanya, Heru menyempatkan masuk ke dua ruang kelas untuk menyapa pelajar SMP 188 Jakarta Timur. Terdapat 26 siswa yang menerima KJP dari dua ruang kelas tersebut.
Para siswa yang terpilih sebagai penerima KJP itu termasuk kategori yang orangtuanya tidak mampu. Mereka juga telah terverifikasi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Dari 36 yang menerima 16 siswa KJP. Lalu 36 siswa 10 KJP. Jadi KJP itu berdasarkan dari data DTKS dan P3K," katanya.
Heru juga mengimbau para siswa agar menjauhi rokok dan narkoba. Ia percaya para Siswa SMPN 188 Jakarta bisa menjadi penerus bangsa yang baik.
"Di SMPN 188 anaknya ceria-ceria dan masuk semua dua kelas itu, dibanding dengan yang kemarin ada sakit ada alfa (tidak hadir). Ini anaknya lebih disiplin kelihatannya lebih semangat," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.