SLEMAN - Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo beserta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro Ny. Ika Joko Purnomo mengikuti peresmian penggunaan fasilitas air bersih program TNI AD Manunggal air tahun 2023 dan pencanangan percepatan penurunan stunting.
Kegiatan dilanjutkan dengan video konferensi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, bertempat di Keloposawit, GiriKerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa(25/7/2023).
Jenderal TNI Dudung dalam sambutan melalui video konferensi mengatakan terdapat 1.304 titik titik pencanangan fasilitas program Air Bersih TNI AD manunggal se Indonesia.
BACA JUGA:
“Program ini merupakan program utama TNI AD manunggal dalam mengentaskan masalah kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat. Karena air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat,” ucap KASAD.
Lebih lanjut, KASAD juga menegaskan bahwa sumber daya air sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat untuk dimanfaatkan dalam pertanian, peternakan, perdagangan, industri, rumah tangga dan aktivitas lingkungan lainnya
BACA JUGA:
“Berangkat dari kepedulian kepada masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan krisis air, TNI AD hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengatasi kesulitan dengan mencarikan solusi yang tepat,” sambungnya.
Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo menyampaikan bahwa pencanangan program TNI manunggal air bersih tahun 2023 merupakan program Bapak Kasad di seluruh wilayah tanah air.
"Sesuai perintah Bapak Kasad bahwa TNI harus hadir di tengah kesulitan rakyat dan harus jadi solusi. Salah satunya melalui program TNI AD manunggal air bersih, semoga apa yang sudah kita laksanakan ini dapat menyelesaikan permasalahan dan memberi solusi akan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, percepatan penanggulanan stunting di Kapanewon Turi tinggal 15 anak dari 50 anak tahun 2020. TNI AD mendukung program pemerintah dalam penanggulangan stunting kepada anak kecil dan bayi karena mereka merupakan aset bangsa sampai nanti menggantikan yang sudah tua.
"Dari memberikan gizi yang baik nantinya pada suatu saat para anak-anak tersebut akan ada yang menjadi tentara, polisi dan camat oleh karena itu mulai dari kecil harus dikasih makanan yang sehat yang benar dan bergizi agar menjadi pintar," tegasnya.