JENDERAL TNI (Purn) Widjojo Soejono, pria kelahiran 9 Mei 1928 itu merupakan putra bungsu dari 15 bersaudara dari pasangan Martodidjojo dan Roesmirah. Mengawali kariernya di militer, lewat perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) sebagai seorang Bintara.
Berkat prestasinya, Widjojo lantas dikirim ke Bogor untuk bisa mengikuti pendidikan Perwira PETA, lalu bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kota Surabaya setelah PETA dibubarkan.
Karier Militer Widjojo Soejono Ketika mulai aktif di militer, Widjojo Soejono akhirnya mendapat pangkat Kapten ketika menjabat sebagai Perwira Staf Resimen 33 Divisi VI/Narotama.
Selama menyandang pangkat Kapten, pria asal Tulungagung ini juga sempat mengemban sejumlah jabatan lain seperti, Kepala Staf Batalyon 29, Wakil Komandan Batalyon Infanteri 511, dan Komandan Batalyon Infanteri 505/Brawijaya. Tepatnya pada tahun 1955, Widjojo akhirnya mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor usai bertugas sebagai Komandan Batalyon Infanteri 514.
Kemudian Widjojo Soejono mendapat tugas untuk belajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1957, dan mengajar taktik sebagai guru di Pusat Infanteri di 1959.
Belum satu tahun bertugas sebagai pengajar, Widjojo kembali mendapat tugas baru. Dia diangkat menjadi Kepala Staf Resimen Para Komando AD sekaligus mendapat pangkat Letnan Kolonel.
Setelah setahun menjabat, Widjojo mendapat kepercayaan menjadi Komandan Brigade/Para, Caduad/Kostrad di 1961. Berkat prestasi dan kecerdasannya, pada tahun 1963 dia mendapat kesempatan untuk belajar di US Army Command & General Staff College, Fort Leavenworth.