Sebelum mengangkat Feisal, kata Salim Said, Presiden Soeharto perlu kesaksian tentang calon panglima ABRI itu dari orang-orang yang kenal secara pribadi. Mereka yang ditanyai Soeharto antara lain Menko Azwar Anas dan Mayjen TNI Zaini Azhar Maulani.
Mereka diminta bersaksi lewat rekaman yang alat perekamnya dibawa Kolonel Kivlan Zein dan Kolonel Ismed Yuzeri. Rekaman itu kemudian diperdengarkan kepada Soeharto.
“Saya tidak tahu siapa saja yang diminta kesaksiannya sebelum akhirnya Bapak Presiden berkeputusan melantik Feisal Tanjung sebagai pangab,” tutur Said. Apa pun, keputusan itu memang dinilai mengejutkan,"
Lazimnya, KSAD yang ketika itu dijabat Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar layak menjadi calon Pangab. Namun, banyak yang menilai pemilihan Feisal sebagai panglima merupakan cara Soeharto untuk mempererat kembali hubungan dengan kalangan Islam.
Tak heran pada masa ini Soeharto banyak mempromosikan ‘jenderal santri’. Feisal merupakan kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Ia adalah anak ke-5 dari 10 bersaudara dari pasangan Amin Husin Abdul Mun'im dan Siti Rawani Hutagalung. Feisal Tanjung anak dari seorang tokoh ulama, Abdul Mun’in.
Dalam catatan Usamah Hisyam, ayahnya dikenal penduduk Sibolga sebagai tokoh, ulama, dan salah satu pendiri Muhammadiyah yang amat disegani. Sedangkan Rawani, ibunya, juga aktif dalam kegiatan keislaman dan dakwah.
"Rawani masuk dalam organisasi Aisyiyah di Sibolga dan menjadi salah satu mubaligah sejak Mun’in diamanahkan sebagai konsul kedua dalam struktur Muhammadiyah Tapanuli pada 1937,” tulis Usamah Hisyam dalam buku Feisal Tanjung: Terbaik untuk Rakyat, Terbaik bagi ABRI.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.