Saat Raden Wijaya tiba, Arya Wiraraja sang adipati tengah keluar, namun tak lama kemudian Arya Wiraraja kembali pulang ke balai dengan mengendarai kuda yang telah terpelana. Kedatangan Raden Wijaya dan pasukan dari Singasari ini tepat ketika ada perayaan Galungan di Sumenep.
Hal ini membuat Raden Wijaya diperlakukan sebagai tamu yang spesial oleh Arya Wiraraja. Mereka ditempatkan di Jung Biro, makanan minuman yang enak menyambut kedatangannya. Tak ketinggalan minuman keras (miras) juga menjadi suguhan tamu istimewa dari Tumapel ini.
Tetapi Raden Wijaya hanya menonton saja pesta meriah yang disuguhkan oleh Arya Wiraraja dan pengikutnya di Sumenep. Ia telah berjanji tidak akan makan enak dan minum-minuman keras, sebelum kembali bertemu Tribhuwana dan Gayatri.
Keesokan harinya konon perayaan galungan yang telah dinanti-nantikan. Pesta itu dirayakan dengan perlombaan. Suatu kebetulan bahwa Raden Wijaya dengan pengikutnya datang merayakan pada waktu itu.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.