Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rawan Gangguan Informasi pada Pemilu 2024, Masyarakat Diimbau Aktif Cek Fakta

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Sabtu, 16 September 2023 |19:52 WIB
Rawan Gangguan Informasi pada Pemilu 2024, Masyarakat Diimbau Aktif Cek Fakta
Rawan gangguan informasi pada Pemilu 2024, masyarakat diimbau aktif cek fakta. (Ist)
A
A
A

YOGYAKARTA – Korps Mahasiswa Komunikasi (Komako) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pelatihan cek fakta dengan tajuk “Check the Fact, See Through the Fake: Berantas Gangguan Informasi Menuju Pemilu 2024”. Acara ini digelar berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Google Initiative News (GNI) pada 9 dan 10 September 2023.

Pelatihan diikuti puluhan peserta dengan latar belakang sebagai mahasiswa dan dosen.

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Zainuddin Muda Z Monggilo hadir sebagai pembicara utama dalam materi urgensi pemberantasan hoaks.

Pelatihan ini dilatarbelakangi maraknya gangguan informasi yang terjadi di era internet, terlebih menjelang Pemilu 2024. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan masyarakat, khususnya anak muda, dalam membedakan berita palsu dengan kebenaran sehingga mampu memberantas gangguan informasi dalam menghadapi tahun politik.

“Indeks literasi digital Indonesia masih tidak berbanding lurus dengan kekebalan terhadap hoaks da tingkat literasi yang diidamkan. Salah satu alasannya karena konten-konten hoaks di media sosial itu banyak yang dianggap sebagai pemberitaan resmi. Itu implikasi yang buruk, dan membuat orang-orang sebagian besar memandang remeh pemberitaan dari jurnalisme profesional saat ini. Apalagi kalau sudah masuk dalam ranah kontestasi pemilu. Itu luar biasa. Ada ujaran kebencian, provokasi, hingga menyebabkan polarisasi,” kata Zainuddin Muda Z Monggilo dalam keterangannya, Sabtu (16/9/2023).

Pada hari pertama, pelatihan dimulai dengan penjelasan mengenai materi literasi digital dan bagaimana cara memverifikasi konten digital menggunakan Open-Source Intelligence (OSINT).

Sementara itu, pelatihan pada hari kedua dilanjutkan dengan pemberian materi yang lebih spesifik, yakni terkait melawan gangguan informasi menjelang pemilu 2024 dan bagaimana praktik tools fact-checking secara langsung.

Tersebarnya informasi yang salah, terlebih yang bersifat provokatif dapat menimbulkan sentimen negatif yang memicu konflik. Apalagi kondisi menjelang Pemilu 2024 membuat banyak simpatisan melakukan kampanye dan melempar provokasi satu sama lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement