"Korban bilang ke temannya, mana katanya stafmu sudah cek kondisi mobil, saya sudah transfer kok gak ada kabar. Lalu, temannya menghubungi stafnya dan ternyata Stafnya itu belum bertemu pemilik mobil, dia hanya disuruh menunggu saka di kawasan Bekasi Barat," paparnya.
Sadar jika dia telah menjadi korban penipuan, tambah Henrikus, korban akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke polisi. Maka itu, polisi meminta pada masyarakat yang hendak membeli kendaraan bekas, baik ofline maupun online untuk bertemu langsung dahulu dengan si pemikik kendaraan.
"Apabila ingin membeli mobil, apakah itu secara online agar benar-benar dipastikan keasliannya dan tolong benar-benar bertemu dengan pemilik kendaraan, lalu dipastikan nomor rekening dari pemilik kendaraan yang ditemui itu," katanya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.