Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesta Pernikahan Jadi Tragedi Setelah Pengantin Pria Tewas karena Tembakan Perayaan

Salsabila Fitirah Puteri , Jurnalis-Selasa, 26 September 2023 |13:15 WIB
Pesta Pernikahan Jadi Tragedi Setelah Pengantin Pria Tewas karena Tembakan Perayaan
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

MA’AN - Sebuah tragedi yang tak terduga melanda sebuah pernikahan di Yordania ketika pengantin pria tewas akibat tembakan perayaan yang dilepaskan ke udara oleh para undangan.

Ribuan orang berkumpul di Ma'an, Yordania selatan, untuk menghadiri pemakaman polisi Hamzeh Al Fanatseh yang tewas karena peluru nyasar dari tembakan perayaan pada hari sebelumnya. Dilansir Mirror, Direktorat Keamanan Publik (PSD) mengeluarkan pernyataan yang menyatakan duka atas kehilangan Fanatseh dan mendesak warga untuk menghentikan praktik "berbahaya" ini.

PSD dengan tegas menyatakan bahwa siapa pun yang pernah menembakkan senjata dalam perayaan, menganggapnya sebagai tindakan "kegagahan" atau kegembiraan, harus dianggap terlibat dalam kematian Fanatseh.

Pengantin wanita menerima kabar tragis ini saat berada di salon. Respons terhadap kejadian ini melalui media sosial mencakup doa bagi keluarga mempelai pria yang telah meninggal dan seruan untuk memberlakukan hukuman lebih ketat bagi mereka yang menggunakan senjata api dalam perayaan publik.

Banyak masyarakat Yordania merasa kesal dengan tradisi berbahaya ini dan menuntut sanksi yang lebih berat terhadap pelaku yang tidak peduli terhadap nyawa orang lain.

“Hati saya sakit untuk pemuda ini, meski saya tidak mengenalnya… kapan tradisi buruk ini akan berakhir?”, tulis pengguna Facebook Jumana Murad.

Pengguna media sosial lainnya dengan nama pengguna Jamal Zu’bi menulis: "Saya diliputi kesedihan atas pemuda ini… Saya tidak dapat membayangkan apa yang dirasakan ibu atau pengantinnya."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement