Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Insiden Menegangkan Paspampres dan Pengawal Perdana Menteri Israel Saling Todong Senjata

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2023 |05:03 WIB
Insiden Menegangkan Paspampres dan Pengawal Perdana Menteri Israel Saling Todong Senjata
Sjafrie Sjamsoeddin (@sjafriesjams)
A
A
A

JAKARTA – Sepanjang sejarah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, terdapat sejumlah jenderal baret merah dengan pengalaman menjalankan misi berbahaya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah Letjen (purn) Sjafrie Sjamsoeddin.

Melansir beragam sumber dan arsip Okezone, Selasa (10/10/2023) saat itu, Sjafrie ditugaskan sebagai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Ia pun ditugaskan mengawal Presiden Soeharto menghadiri sidang yang digelar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Presiden Soeharto menginap di kamar presidential suite Hotel Waldorf Towers lantai 41.

Saat itu, Soeharto menjabat sebagai Ketua Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Kebijakannya sangat berpengaruh bagi negara anggotanya yang mayoritas negara-negara Timur Tengah (Timteng). Karena itu, Perdana Menteri (PM) Israel saat itu, Yitzak Rabin, ingin menemui Presiden Soeharto di hotel tempatnya menginap.

Yitzak Rabin bersama empat pengawalnya dari Mossad, yang merupakan pasukan khusus Israel kemudian datang untuk bertemu Presiden Soeharto. Namun, cara mereka bertindak tidak mematuhi protokol keamanan dan terkesan arogan. Yitzak Rabin beserta empat pengawalnya dicegat Paspampres sebelum masuk lift.

Terlebih saat itu Presiden Soeharto tengah menerima kunjungan Presiden Sri Lanka. Salah satu personel Paspampres yang ikut mencegat adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya, PM Yitzak Rabin beserta para personel Mossad itu dikawal Sjafrie menemui Presiden Soeharto. Namun, saat hendak memasuki lift, terjadi insiden menegangkan.

Saat itu, para pengawal Yitzak Rabin yang menaruh curiga menolak dan tidak mau satu lift dengan Sjafrie beserta dua personel Paspampres lainnya. Padahal, Sjafrie dan personel Paspampres lainnya sudah terdaftar dalam protokol Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) PBB. Mereka memang personel resmi pengamanan Presiden Soeharto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement