Seorang perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kepada BBC, lebih dari 20.000 orang mengunjungi lokasi PBB di wilayah tersebut.
Hamas, yang telah menguasai Gaza selama 17 tahun terakhir, mengetahui konsekuensi dari serangan terhadap Israel. Sehingga mereka pasti sudah memperkirakan akan adanya serangan balasan yang begitu besar.
Kelompok yang didukung Iran telah menjelaskan bahwa mereka siap berperang dengan Israel. Hamas mengatakan mereka telah menyelundupkan senjata meskipun ada blokade Israel-Mesir dan mengembangkan persenjataannya sendiri.
Kelompok ini telah berjanji untuk melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai “serangan balasan”. Setelah jeda pada Sabtu (7/10/2023) malam, pihaknya mengatakan telah menembakkan 100 roket ke kota Sderot di Israel selatan.
Masyarakat umum Gaza mengungkapkan perasaan campur aduk mengenai konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Meskipun beberapa orang menganggap serangan roket Hamas sebagai alasan untuk merayakannya, banyak yang khawatir bahwa kekerasan akan berlanjut dalam waktu yang sangat lama.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.