YERUSALEM - Di tengah isu global yang sedang memanas mengenai konflik antar Israel - Palestina, penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara Zionis, Israel, dan Yahudi.
Meskipun ketiganya saling berkaitan, namun mereka memiliki makna dan sejumlah konsep yang berbeda.
Dilansir dari beberapa sumber, inilah perbedaan antara Zionis, Israel dan Yahudi.
Yahudi: Agama dan Identitas Etnis
Yahudi adalah salah satu kelompok masyarakat yang mengamalkan tradisi dan ajaran agama khusus yang disebut agama Yahudi. Yahudi merupakan kelompok etnis dan agama yang memiliki akar sejarah yang panjang.
Mereka terkait dengan keyakinan agama Yahudi, yang mencakup tradisi, ajaran, dan budaya yang khas. Menjadi seorang Yahudi tidak hanya tentang keyakinan agama, tetapi juga tentang identitas etnis.
Namun, perlu dicatat bahwa banyak keturunan Yahudi tidak selalu mengikuti keyakinan agama ini. Secara umum, Yahudi adalah individu yang memiliki hubungan sejarah dan budaya dengan etnis Ibrani.
Israel: Negara dengan Penduduk mayoritas Yahudi
Israel adalah sebuah negara yang didirikan oleh gerakan Zionis pada tahun 1948. Meskipun mayoritas penduduknya adalah Yahudi, Israel adalah negara sekuler yang terdiri dari beragam etnis, agama, dan budaya. Selain Yahudi, juga ada warga yang menganut agama lain, seperti Muslim dan Kristen.
Israel mengklaim dirinya sebagai Negara Yahudi atau Jewish State, meskipun tidak semua anggota komunitas Yahudi di seluruh dunia memilih untuk menjadi penduduk negara tersebut. Bahkan, terdapat kelompok Yahudi yang memiliki pandangan kritis terhadap Zionisme dan memberikan dukungan kepada perjuangan Palestina.
Zionis: Gerakan Politik Mendukung Negara Yahudi
Dalam komunitas Yahudi, ada suatu gerakan keagamaan yang dikenal sebagai Zionisme. Zionisme adalah sebuah kelompok yang berupaya untuk membentuk sebuah negara sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Yahudi.
Zionisme bersatu dalam gerakan politik yang bertujuan menciptakan dan mendukung negara nasional Yahudi di Palestina, yang dalam bahasa Ibrani disebut Eretz Yisrael atau "Tanah Israel."
Gerakan ini bukan hanya tentang agama atau bangsa, melainkan juga tentang identitas budaya dan gerakan nasional. Orang-orang yang mendukung Zionisme mungkin memiliki alasan yang berbeda, termasuk pandangan keagamaan, sejarah, identitas etnis, atau harapan politik.
Singkatnya, Zionisme ialah pandangan politik yang berfokus pada pembentukan dan dukungan bagi negara Yahudi di Palestina.
Tidak semua Yahudi adalah Zionis, dan tidak semua Zionis adalah Yahudi. Banyak Yahudi mungkin mendukung Israel sebagai negara atau bahkan tinggal di sana, tetapi ada juga yang memiliki pandangan beragam tentang masalah ini.
(Susi Susanti)