JAKARTA - Perusahaan Hindia Timur Belanda, yang secara resmi bernama Persatuan Perusahaan Hindia Timur (Vereenigde Oostindische Compagnie) merupakan perusahaan sewaan yang didirikan pada 20 Maret 1602. Perusahaan ini didirikan oleh States General of the Netherlands yang menggabungkan perusahaan menjadi perusahaan saham gabungan pertama di dunia.
Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah persekutuan badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas serta hak-hak istimewa.
Seperti contohnya, VOC boleh memiliki tentara, memiliki mata uang, bernegosiasi dengan negara lain yang menyatakan perang. Perusahaan ini juga dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama, karena memiliki kekuatan pemerintah, termasuk kemampuan untuk berperang, memenjarakan dan mengeksekusi narapidana, menegosiasikan perjanjian, menyerang dan mendirikan koloni.
Kemudian, pada pertengahan abad ke-18, VOC mengalami kebangkrutan karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Kebangkrutan tersebut terkait dengan krisis keuangan yang disebabkan beebrapa hal.
Berikut penyebab VOC bangrkut dilansir dari berbagai sumber:
1. Korupsi
Penyebab kebangkrutan VOC disebabkan karena banyaknya korupsi di dalam organisasi VOC yang dilakukan oleh petinggi dan pegawainya. Selama beroperasi, para pegawainya berusaha untuk dapat menduduki jabatan tinggi demi kekayaan yang berlimpah.
Upah pegawai yang rendah juga memicu mereka untuk melakukan tindakan yang merugikan perusahaan. Oleh sebab itu, korupsi tidak dapat lagi dicegah.
2. Adanya Pesaing Rempah Nusantara
VOC melihat banyak sumber daya alam Indonesia yaitu rempah-rempah. Namun, sejak abad ke-18, pesaing hadir dan menyebabkan Nusantara tidak lagi menjadi satu-satunya negara pemasok rempah. Hal tersebut memberikan dampak pada keuntungan perusahaan.
3. Persaingan Kongsi Dagang
Persaingan yang terjadi antara organisasi pedagang lain membuat posisi VOC terancam dan bangkrut. Pesaing kongsi dagang tersebut berasal dari Inggris yaitu East India Company (EIC) dan Compagnie des Indes (CDI) yang berasal dari Perancis.
4. Besarnya Biaya Perang
Selama melakukan upaya monopoli di tiap wilayah yang dikuasainya, VOC melakukan upaya intervensi politik. Hal ini menimbulkan pecahnya perlawanan dan perang antara kerajaan yang menolak untuk patuh kepada VOC.
5. Utang
Biaya perang yang membengkak serta anggaran bagi pegawai, menyebabkan VOC kesulitan untuk membayar upah mereka.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.