JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkap kendala dalam pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang menjadi sandera kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pasalnya sudah sembilan bulan pilot itu disandera.
“Kendalanya masalah berkaitan dengan keamanan yang bersangkutan (sandera). Kalau kita hitung-hitungannya dengan menggunakan kekuatan itu ya nanti bisa selesai tapi ada apa itu, buntutnya, kan begitu,” ungkap Moeldoko kepada wartawan, Kamis (9/11/2023).
BACA JUGA:
Oleh karenanya seluruh operasi penyelamatan sandera dilakukan secara pelan-pelan untuk menghindari buntut negatif. Kendati demikian, Moeldoko menyadari langkah itu memiliki risiko memakan waktu yang lebih lama.
Mantan Panglima TNI itu kemudian menjelaskan langkah itu dilakukan dengan memperkuat tokoh-tokoh adat serta agama yang ada di sana.
BACA JUGA:
“Tujuannya sekali lagi, bahwa kita menginginkan semuanya berjalan tanpa sebuah perkembangan ekskalasi yang merugikan. Itu, sehingga kalau istilahnya itu, kita menjumput rambut di tepung itu betul-betul bisa dengan baik,” ungkap dia.
Adapun komunikasi yang dilakukan itu, jelas Moeldoko, agar aparat TNI Polri membatasi ruang gerak KKB. Ia pun mengatakan aparat melakukan operasi dengan kalkulasi yang matang.