Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Prancis Tegaskan Israel Harus Stop Bunuh Anak-Anak dan Perempuan di Gaza

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2023 |10:41 WIB
Presiden Prancis Tegaskan Israel Harus Stop Bunuh Anak-Anak dan Perempuan di Gaza
Presiden Prancis Emmanuel Macron tegaskan Israel harus stop membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza (Foto: BBC)
A
A
A

GAZAPresiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.

Hal ini diungkapkan Macron dalam sebuah wawancara eksklusif di Istana Élysée kepada BBC. Dia mengatakan tidak ada pembenaran atas pemboman tersebut, dan mengatakan bahwa gencatan senjata akan menguntungkan Israel.

Meskipun mengakui hak Israel untuk melindungi diri mereka sendiri, namun pihaknya mendesak Israel untuk menghentikan pemboman di Gaza.

Namun dia juga menekankan bahwa Prancis “dengan jelas mengutuk” tindakan Hamas.

Berbicara sehari setelah konferensi bantuan kemanusiaan di Paris mengenai perang di Gaza, Macron mengatakan kesimpulan yang jelas dari semua pemerintah dan lembaga yang hadir pada pertemuan puncak itu adalah bahwa tidak ada solusi lain selain jeda kemanusiaan, lalu gencatan senjata, yang akan memungkinkan untuk melindungi semua warga sipil.

"De facto - saat ini, warga sipil dibom - secara de facto. Bayi-bayi, anak-anak ini, para wanita ini, orang-orang tua ini dibom dan dibunuh. Jadi tidak ada alasan untuk itu dan tidak ada legitimasi. Jadi kami mendesak Israel untuk berhenti,” terangnya.

Dia mengatakan bukan perannya untuk menilai apakah hukum internasional telah dilanggar.

Seperti diketahui, Prancis - seperti Israel, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara-negara Barat lainnya – menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

Ketika ditanya apakah dia ingin para pemimpin lain – termasuk AS dan Inggris – ikut serta dalam seruannya untuk melakukan gencatan senjata, dia berharap semua negara itu akan melakukannya.

Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran militer sesuai dengan hukum internasional dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi korban sipil, seperti mengeluarkan peringatan sebelum serangan dan menyerukan masyarakat untuk mengungsi.

Macron mengatakan Prancis “dengan jelas mengutuk” serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang memicu perang. Kelompok bersenjata Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 240 lainnya dalam serangan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilancarkan pada hari itu.

"Kami merasakan penderitaan yang sama dengan Israel. Dan kami juga merasakan kesediaan mereka untuk menyingkirkan terorisme. Kami tahu apa arti terorisme di Prancis,” terangnya. Namun dia mengatakan “tidak ada pembenaran” atas pemboman yang terus berlanjut terhadap warga sipil di Gaza.

“Hal ini sangat penting bagi kita semua karena prinsip-prinsip kita, karena kita adalah negara demokrasi. Penting juga untuk jangka menengah dan panjang bagi keamanan Israel sendiri, untuk menyadari bahwa semua nyawa penting,” lanjutnya.

Saat ditanya, dia menolak mengatakan bahwa Israel telah melanggar hukum internasional di Gaza. "Saya bukan hakim. Saya seorang kepala negara," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak tepat jika mengkritik Israel dengan cara seperti ini - yang merupakan "mitra dan teman" - hanya sebulan setelah Israel diserang.

Namun Macron mengatakan dia tidak setuju bahwa cara terbaik bagi Israel untuk melindungi dirinya sendiri adalah dengan melakukan pemboman besar-besaran di Gaza. Dia mengatakan bahwa hal itu akan menciptakan kebencian dan perasaan buruk di wilayah tersebut yang akan memperpanjang konflik.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement