Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Patih Djojodigdo Pengikut Pangeran Diponegoro yang Sakti Mandraguna, Bisa Hidup Kembali Usai Jasad Menyentuh Tanah

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2023 |07:02 WIB
Kisah Patih Djojodigdo Pengikut Pangeran Diponegoro yang Sakti Mandraguna, Bisa Hidup Kembali Usai Jasad Menyentuh Tanah
Makam Djojodigdo. (Foto: MPI)
A
A
A

Seseorang yang mempunyai Ajian Pancasona ini dikatakan hanya bisa wafat apabila tubuhnya dipisah menyeberangi sungai dan digantung agar tidak mnyentuh tanah. Jika jasadnya menyentuh tanah maka bagian-bagian tersebut akan bersatu dan orang yang mempunyai ajian ini bisa hidup kembali.

“Eyang Djojodigdo dikabarkan pernah wafat sehari tiga kali, tapi setiap akan dikuburkan pada saat jasadnya menyentuh tanah maka akan hidup lagi dan langsung bangkit,” ujar Lasiman, usia 70 tahun, juru kunci makam, beberapa waktu lalu.

“Beliau meninggal karena Ilmu Pancasona yang diambil dari sang guru yang memberikan ilmu tersebut. Guru beliau bernama Kiai Imam Sujono atau Eyang Jugo yang meninggal di usia 84 tahun karena sudah tua,” lanjut Lasiman.

Supaya tidak bisa hidup lagi maka ketika Djojodigdo meninggal jasadnya digantung yang sebelumnya dimasukkan di dalam peti besi dan dikasih tiang penyangga sebanyak 4 buah yang terbuat dari besi sehingga masyarakat Blitar menyebutnya dengan makam gantung. Makam tersebut terlatak di Jalan Melati Blitar, Jawa Timur, sekitar satu kilometer dari Makam Presiden Soekarno. Wallahu A'lam Bishawab.

*Wallahualam bissawab

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement