JAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan salah satu personel yang gugur dari insiden kecelakaan pesawat tempur Super Tucano di Pasuruan, Jawa Timur, bukan merupakan penerbang tempur.
TNI AU menjelaskan alasan diikutkannya Marsekal Pertama Anumerta Widiono sebagai backseater pesawat tempur Super Tucano dengan nomor ekor TT-3111, untuk menjajaki operasi tempur.
BACA JUGA:
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama R Agung Sasongkojati saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma pada Jumat sore (17/11/2023).
"Terkadang memang kita mengikutkan daripada personil penerbang non tempur, untuk mengetahui bagaimana operasional kita (dalam operasi tempur)," ujar Agung.
BACA JUGA:
Agung menjelaskan, anggota penerbang TNI AU non tempur, selalu dilibatkan dalam latihan pesawat tempur yang tidak rumit dan berbahaya, agar dapat memberikan dukungan dalam setiap operasi militer yang dibutuhkan.
"Mereka (penerbang TNI AU non tempur) adalah pendukung kita, diharapkan kita mendapat dukungan lebih besar jika mereka tahu bagaimana terbang itu. Jadi mereka dilibatkan dalam latihan yang tidak terlalu berbahaya seperti formasi," jelas Agung.
Agung mengatakan, pelibatan penerbang TNI AU non tempur ini diharapkan dapat membagi pengalamannya dengan personel lainnya guna menambah wawasan penerbang TNI AU lainnya.
"Dan mereka bisa bercerita bagaimana pengalaman terbang dalam latihan operasi pesawat tempur seperti itu," tutur Agung.
Dia mengungkapkan, pengalaman melibatkan latihan menerbangkan pesawat tempur ini sudah biasa dilakukan. Baginya, ini justru menjadi kebanggan bagi setiap penerbang TNI AU.
"Tentu ini sebenarnya memberikan kebanggan lebih bagi mereka, dan itu bagus dan baik-baik saja," tukas Agung.
BACA JUGA:
Diketahui, Agung Sasongkojati juga mengungkapkan, pesawat EMB 314 Super Tucano yang mengalami lost contact dan jatuh di daerah Pasuruan merupakan kekuatan dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Empat prajurit terbaik TNI Angkatan Udara (AU) gugur dalam kecelakaan tersebut.
"Pesawat EMB 314 Super Tucano ini merupakan pesawat latih lanjut yang berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat anti perang gerilya," kata Agung melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/11/2023).
Dia mengungkapkan, pengalaman melibatkan latihan menerbangkan pesawat tempur ini sudah biasa dilakukan. Baginya, ini justru menjadi kebanggan bagi setiap penerbang TNI AU.
"Tentu ini sebenarnya memberikan kebanggan lebih bagi mereka, dan itu bagus dan baik-baik saja," tukas Agung.
BACA JUGA:
Diketahui, Agung Sasongkojati juga mengungkapkan, pesawat EMB 314 Super Tucano yang mengalami lost contact dan jatuh di daerah Pasuruan merupakan kekuatan dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Empat prajurit terbaik TNI Angkatan Udara (AU) gugur dalam kecelakaan tersebut.
"Pesawat EMB 314 Super Tucano ini merupakan pesawat latih lanjut yang berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat anti perang gerilya," kata Agung melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/11/2023).
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.