Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dialog Bersama Mahasiswa Indonesia di Malaysia, Mahfud MD Tegaskan Pentingnya Penegakan Hukum

Riana Rizkia , Jurnalis-Jum'at, 08 Desember 2023 |10:48 WIB
Dialog Bersama Mahasiswa Indonesia di Malaysia, Mahfud MD Tegaskan Pentingnya Penegakan Hukum
Mahfud MD dialon bersama mahasiswa Indonesia di Malaysia. (Foto: Riana Rizkia)
A
A
A

MALAYSIA - Calon wakil presiden (cawapres) yang didukung Partai Perindo, Mahfud MD mengatakan, bahwa untuk menuju Indonesia emas pada 2045, harus ada penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang serius.

Untuk itu, kata Mahfud, ia bersama dengan pasangannya yakni calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menawarkan tidak hanya program soal ekonomi, namun juga program penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Hal tersebut diungkap Mahfud dalam acara dialog kebangsaan bersama pelajar mahasiswa Indonesia se-Malaysia yang bertajuk 'Pemilu Demokratis Menuju Indonesia Emas'.

 BACA JUGA:

"Kalau hukum dan keadilan tidak ditegakkan, kita tidak sampai ke 2045. Kami menawarkan agar kita sampai ke 2045 (Indonesia emas). (Kami) bukan hanya (menawarkan) dengan program soal ekonomi tapi juga program penegakan hukum, keadilan, dan pemberantasan korupsi dengan perlindungan hak asasi," kata Mahfud MD di World Trade Centre Kuala Lumpur, Jumat (8/12/2023).

Cawapres nomor urut 3 itu kemudian menyinggung soal pernyataan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto pada 2018 lalu yang menyebut bahwa 2030 Indonesia akan musnah.

Kala itu, kata Mahfud, Prabowo mengutip sebuah novel fiksi yang menilai bahwa Indonesia akan hilang ketika dunia sudah dikuasai artificial intelligence (AI).

 BACA JUGA:

"Timbul perdebatan sengit, Prabowo membaca buku P. W Singer judulnya ghost fleet, barisan hantu. Di situ disebut pada suatu paragraf, ketika dunia sudah dikuasai AI, maka Indonesia sudah tidak ada," kata Mahfud.

Setelah pernyataan tersebut, Prabowo dikritik beberapa pihak, namun Mahfud merupakan salah satu yang membela. Karena di sisi lain, kata Mahfud, Indonesia memang bisa hancur pada 2030.

"(Ketika ditanya) buku apa itu pak Prabowo, ternyata itu novel, bukan karya ilmiah. Pak Prabowo waktu itu diserang rame-rame tapi saya salah satu yg membela, Pak Prabowo itu, benar, karena kalau seperti sekarang, korupsi merajalela, keadilan enggak ada yang ngurus, mungkin 2030 (Indonesia hancur)," ucap Mahfud.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement