Namun, karena pintu rumah korban digedor-gedor tidak ada jawaban dan mencium bau busuk yang menyengat, lalu bibi korban memanggil tetangga sehingga berhasil mendobrak pintu rumah korban.
“Aku terakhir kali melihat dan mengobrol dengan korban adalah pada hari Jumat tanggal 08 Desember 2023 sekira pukul 09.00 WIB, saat itu Korban sedang merumput membersihkan rumahnya, saat itu beberapa warga tetangga lain juga melihat korban masih ada, kemudian saksi juga sering melihat perilaku yang aneh dari korban, sering mengamuk dan diduga sedang dipengaruhi Narkotika,” katanya.
Sedangkan adik korban Noverzha dan Syehyi mengatakan bahwa sebelumnya mereka berdua dulu tinggal serumah dengan korban, namun dikarenakan korban sering marah-marah dan berlaku kasar, bahkan sampai hendak memukul dengan menggunakan alat, diduga korban adalah pencandu narkoba maka kedua saksi tidak tahan sehingga selama 2 (dua) bulan terakhir ini saksi tinggal bersama saudaranya di tempat yang berbeda. Sedangkan ibu kandung korban sudah satu bulan tinggal di Bengkulu di rumah keluarganya.
Berdasarkan surat pernyataan dari pihak keluarga korban secara tertulis menolak dilakukan autopsi ataupun visum oleh pihak medis, dan menganggap kematian korban adalah musibah.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.