LUBUKLINGGAU - Warga Kelurahan Majapahit heboh dengan adanya penemuan mayat seorang pria di rumahnya dengan kondisi sudah membusuk, korban diketahui bernama Noviar Mashfayu Anugerah alias Ari (26) dalam posisi tergantung di pintu kusen kamar.
Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Sugito membenarkan adanya penemuan mayat di Lorong Pasir Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I sekitar pukul 16.30 WIB.
BACA JUGA:
Dijelaskan Robi, kronologis awal penemuan mayat itu bermula dari saksi Aidah alias Wak Dut yang merupakan bibi dari korban yang datang ke rumah keponakannya. Dan sesampainya di rumah korban, saksi mencium bau busuk dari dalam rumah tersebut.
Lalu saksi memanggil tetangga depan rumah korban bernama Arwan bersama dengan para tetangga menghubungi pihak kepolisian. Lalu, mereka membuka paksa pintu depan rumah korban dan menemukan korban dalam kondisi gantung diri menggunakan tali pada kusen pintu kamar, tampak tubuh korban dalam kondisi pecah pembuluh darah.
BACA JUGA:
“Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit Siti Aisyah sedangkan kondisi rumah korban tidak ditemukan barang-barang yang hilang, hanya ditemukan adanya tulisan nama ayah, kakek, puyang dan leluhur yang dituliskan korban dan diletakannya di buku surah yasin di dekat mayat korban, tidak ada warga yang mendengar keributan sebelum korban ditemukan tewas akibat gantung diri,” jelas Robi.
Keterangan dari Arwan, tetangga depan rumah korban mengatakan, saat itu bibi korban Aidah alias wak Dut mendatangi rumah korban untuk mengantarkan beras dan telur untuk korban karena sudah beberapa hari korban tidak datang ke rumahnya untuk makan.
Namun, karena pintu rumah korban di gedor-gedor tidak ada jawaban dan mencium bau busuk yang menyengat, lalu bibi korban memanggil tetangga sehingga berhasil mendobrak pintu rumah korban.
“Aku terakhir kali melihat dan mengobrol dengan korban adalah pada hari Jumat tanggal 08 Desember 2023 sekira pukul 09.00 WIB, saat itu Korban sedang merumput membersihkan rumahnya, saat itu beberapa warga tetangga lain juga melihat korban masih ada, kemudian saksi juga sering melihat perilaku yang aneh dari korban, sering mengamuk dan diduga sedang dipengaruhi narkotika,” katanya.
Sedangkan, adik korban Noverzha dan Syehyi mengatakan bahwa sebelumnya mereka berdua tinggal serumah dengan korban, namun dikarenakan korban sering marah-marah dan berlaku kasar, bahkan sampai hendak memukul dengan menggunakan alat, diduga korban adalah pencandu narkoba maka kedua saksi tidak tahan sehingga selama 2 (dua) bulan terakhir ini saksi tinggal bersama saudaranya di tempat yang berbeda.
BACA JUGA:
Sedangkan ibu kandung korban sudah satu bulan tinggal di Bengkulu di rumah keluarganya.
Berdasarkan Surat Pernyataan dari pihak Keluarga Korban secara tertulis menolak dilakukan autopsi ataupun visum oleh pihak medis, dan menganggap kematian korban adalah musibah.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.