Kardinal itu juga dituduh menyalurkan sejumlah besar uang ke keuskupannya di Sardinia, yang beberapa di antaranya dilaporkan bermanfaat bagi keluarganya. Dan diduga dia membayar hampir 600.000 euro kepada terdakwa lainnya, Cecilia Marogna, untuk membantu membebaskan seorang biarawati yang diculik di Mali. Jaksa mengatakan dia malah menghabiskan sebagian besar uangnya untuk barang-barang mewah dan liburan. Marogna, yang pernah menawarkan jasanya kepada Vatikan sebagai ahli intelijen, beberapa kali mengunjungi kediaman Becciu. Keduanya membantah klaim adanya hubungan seksual.
Tuduhan terhadap Becciu menjadikannya kardinal pertama yang diadili karena kejahatan keuangan. Hal ini juga mendorong Paus Fransiskus untuk mencabut hak-haknya termasuk hak untuk memberikan suara dalam konklaf di masa depan untuk memilih pengganti Fransiskus.
Setelah dia dicopot dari jabatannya oleh Paus pada 2020, dia memberikan konferensi pers untuk mengaku tidak bersalah.
“Sampai pukul 18.02 pada Kamis lalu, Saya merasa seperti teman Paus, pelaksana setia kehendaknya,” kata Kardinal Becciu.
“Kemudian Paus berkata dia tidak lagi percaya padaku,” lanjutnya.
Peristiwa ini menjadi ujian bagi tujuan Paus Fransiskus untuk menjernihkan keuangan Vatikan, yang telah lama dilanda skandal, yang mengganggu kepausan pendahulu Paus Fransiskus, Benediktus XVI.
Hasil dari kasus ini dapat mempunyai implikasi yang signifikan terhadap warisan Paus Fransiskus sebagai seorang reformis.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.