Namun, PBB memperingatkan pada Kamis (28/12/2023) bahwa mereka tidak punya tempat tujuan karena Deir al-Balah sudah penuh sesak, dengan beberapa ratus ribu pengungsi berlindung di sana.
Omar, 60, mengatakan dia terpaksa meninggalkan Bureij bersama sedikitnya 35 anggota keluarganya.
“Saat itu telah tiba, saya berharap hal itu tidak akan pernah terjadi, namun tampaknya pengungsian adalah suatu keharusan,” katanya kepada kantor berita Reuters melalui telepon.
“Kami sekarang berada di tenda di Deir al-Balah karena perang brutal Israel ini,” lanjutnya.
Tom White, direktur Gaza untuk badan bantuan PBB UNRWA, mengatakan semakin banyak orang yang terpaksa mengungsi ke kota Rafah di Gaza selatan, sehingga semakin banyak orang yang mengungsi ke sebidang tanah yang sangat kecil yang tidak dapat mendukung mereka.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.