PYONGYANG – Korea Utara (Korut) mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba sistem senjata nuklir bawah air sebagai respons terhadap latihan militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang pada pekan ini.
Media pemerintah melaporkan uji coba drone bawah air yang diduga memiliki senjata nuklir terjadi di lepas pantai timur negara tersebut.
Korea Utara telah mengklaim telah melakukan uji coba sistem “Haeil-5-23” sebelumnya, namun senjata tersebut belum pernah diverifikasi secara independen.
Korea Selatan dan sekutunya belum menanggapi provokasi terbaru tersebut.
Namun hal ini terjadi ketika Korea Utara telah meningkatkan aksi militernya dalam beberapa pekan terakhir, termasuk mengklaim telah mengerahkan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat baru pada Minggu (14/1/2024).
Hal ini menyusul latihan penembakan di perbatasan maritim dengan Korea Selatan pada minggu pertama Januari.
Pemimpin Pyongyang Kim Jong Un juga semakin agresif dalam arah kebijakan dan retorikanya. Hal ini mengakhiri beberapa perjanjian yang bertujuan menjaga perdamaian dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut laporan lembaga negara KCNA, pada Jumat (19/1/2024), Korea Utara mengatakan pihaknya terprovokasi oleh latihan gabungan yang dilakukan Washington, Seoul dan Tokyo untuk melakukan uji coba senjata bawah airnya.
Mereka menuduh latihan tersebut semakin mengganggu stabilitas situasi regional dan mengancam keamanan Korea Utara.