Lanjuta Rizal, setibanya di rumah korban, para pelaku menunggu sementara korban mengumpulkan sejumlah uang dan perhiasan yang diminta. Kemudian, korban kembali bersama para pelaku ke dalam mobil.
Dan selama perjalanan, salah satu pelaku membuka kantong kresek yang berisi uang dan perhiasan milik korban, dengan alasan untuk merapikannya.
"Di perjalanan bungkusan kresek dan uang yang dibawa korban dibuka dan uangnya dirapihkan oleh salah seorang pelaku dengan alasan harus rapi karena untuk syarat pengobatan," tambahnya.
Namun, setelah beberapa saat, kata Rizal, korban turun dari kendaraan tersebut dan kembali ke mobilnya sendiri. Setelah beberapa hari, korban merasa curiga dengan isi kantong kresek yang diberikan oleh para pelaku dan akhirnya membukanya. Ternyata, isi kantong tersebut hanya berupa garam dan air mineral.
"Namun, sebelum tiga hari korban merasa tidak enak hati dengan bungkusan kresek yang dibawanya. Setelah diraba dengan tangan dan dibuka ternyata kantong kresek yang semula berisi uang dan perhiasan ternyata hanya berisi garam dan air mineral," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, kerugian yang diderita oleh korban mencapai Rp 200 juta.
"Hasil pemeriksaan korban uang yang dibawa pelaku Rp 14.000.000 dan perhiasan emas batangan seberat kurang lebih 180 gram. Para pelaku mengelabui korban untuk memberikan harta bendanya seolah-olah untuk syarat pengobatan," terangnya.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini untuk menangkap para pelaku dan mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan kejahatan ini.
"Untuk pelaku, kita masih dalam penyelidikan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.