Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelar Rakor Bersama BMKG, Pemprov Sultra Antisipasi Bencana dan Kesiapan Pemilu

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 01 Februari 2024 |14:27 WIB
Gelar Rakor Bersama BMKG, Pemprov Sultra Antisipasi Bencana dan Kesiapan Pemilu
Pemprov Sultra gelar Rakor bersama BMKG antisipasi bencana dan kesiapan Pemilu (Foto: Dok)
A
A
A

KENDARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral antisipasi potensi bencana dan mewujudkan terselenggaranya Pemilu 2024 yang aman, lancar dan kondusif, bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur, Kamis (1/2/2024).

Rakor yang diinisiasi Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto itu dihadiri oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Deputi bidang Meteorologi, Deputi bidang Klimatologi, dan Plt Deputi bidang Geofisika BMKG yang hadir secara virtual. Forkopimda Tk I, Sekda Prov Sultra, Bupati/Walikota se-Sultra, Ketua KPU dan Bawaslu se-Sultra, Pimti Pratama Pemprov Sultra, Forkopimda Tk II, Ka stasiun meteorologi Kendari, Ka stasiun klimatologi Sultra, Ka stasiun geofisika Kendari, dan Kalaksa BPBD serta Kasatpol PP se-Sultra.

"Provinsi Sultra terletak di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, terdiri dari 17 Kab/Kota dengan jumlah penduduk 2.726.590 juta jiwa, di mana wilayah perairan lebih luas dibanding wilayah daratan," ujar Pj Gubernur saat memberikan gambaran umum mengenai Provinsi Sultra, dikutip dalam keterangan tertulisnya.

Pj Gubernur menyampaikan, Rakor bertujuan untuk mengetahui potensi bencana geo-hidrometeorologi dan kegempaan di Provinsi Sultra sebagai masukan dalam mewujudkan Pemilu 2024 dan Sulawesi Tenggara yang aman, lancar, dan kondusif. 

"13 hari lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi tahun 2024, segera identifikasikan TPS mana saja yang masuk dalam zona merah cuaca, segera relokasi dan koordinasikan dengan para pihak. Rekan-Rekan agar meningkatkan kesiapsiagaan guna antisipasi potensi bencana. Ingat, 'Salus Populi Suprema Lex Esto' keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ujar Andap.

Lebih lanjut, Pj Gubernur menyampaikan bahwa koordinasi antar instansi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci strategis dalam memitigasi resiko bencana saat pelaksanaan Pemilu 2024.

"Akhir-akhir ini kita mulai menghadapi anomali musim dengan intensitas curah hujan yang relatif tinggi dan di atas normal, kemarin di tempat kita di Kolaka telah mengalami banjir yang merusak rumah warga. Saya harap Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan seluruh Inkait dapat bersinergi dan koordinasi dengan baik, ini akan jadi kunci strategis penanganan bencana di Sultra apalagi menyambut pelaksanaan Pemilu 2024," ujar Andap.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement