Jadi, ketika Prabowo pergi ke Uni Emirat Arab untuk menanyakan tentang pesawat tempur Mirage, pihak Qatar mengetahui hal itu dan memutuskan untuk menawarkan kesepakatan yang lebih baik.
Mereka tahu bahwa Prabowo tertarik untuk mencalonkan diri sebagai presiden lagi, jadi ketika dia mengunjungi Doha pada Januari 2023, mereka menawarinya Mirage bersama dengan potongan 7 persen dari kesepakatan untuk mendanai kampanye pemilihannya.
Hal ini, menurut sumber anonim yang setuju untuk tidak disebutkan namanya, disetujui secara pribadi oleh Menteri Negara Pertahanan Qatar Khalid bin Mohammed Al Attiyah.
Uang sogokan sebesar 7 persen tersebut berjumlah $55,4 juta, lebih dari cukup untuk membiayai kampanye kepresidenan Prabowo.
Menurut beberapa pelapor, Prabowo diberi uang tunai sebesar 20 juta dolar AS pertama kali dengan menggunakan jet pribadi di bandara Doha.”
Di sisi lain, awal tahun ini Pemerintah RI disebut menunda rencana pembelian 12 pesawat Mirage 2000-5 bekas dari Qatar. Juru bicara Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, membeberkan alasan penundaan pembelian pesawat tempur tersebut.
"Betul," kata Dahnil saat dikonfirmasi, Kamis (4/1/2024). Dahnil menjawab pertanyaan apakah benar pembelian pesawat Mirage dari Qatar ditunda.
Dahnil menyebut alasan penundaan pembelian pesawat tersebut yakni keterbatasan fiskal. Saat ini, pemerintah akan melakukan retrofit atau peningkatan terhadap pesawat F-16 yang dimiliki Indonesia.
"Keterbatasan kapasitas fiskal kita, untuk mengisi kekosongan sementara menunggu Rafale Dassault yang sudah dipesan maka dilakukan retrofit terhadap pesawat-pesawat F-16, Sukhoi kita," katanya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.