Banyak pengungsi yang tinggal di tempat penampungan sementara atau tenda dalam kondisi kumuh, dengan akses yang terbatas terhadap air minum dan makanan yang aman.
Pada Senin (12/2/2024), kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Türk memperingatkan bahwa serangan terhadap Rafah akan menjadi hal yang mengerikan, mengingat kemungkinan besar jumlah warga sipil, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, kemungkinan besar akan terbunuh dan terluka.
Dia juga mengatakan hal ini bisa berarti bahwa bantuan kemanusiaan yang “sedikit” yang masuk ke Gaza mungkin akan terhenti, karena sebagian besar pengiriman saat ini melalui perbatasan Rafah yang dikuasai Mesir.
Peringatannya menyusul kritik tajam yang tidak biasa dari AS pekan lalu, di mana Presiden Joe Biden menyebut kampanye pembalasan Israel di Gaza “berlebihan”. Pada Senin (12/2/2024), Biden mengatakan operasi Israel di Rafah tidak boleh dilanjutkan tanpa rencana yang kredibel untuk memastikan keselamatan warga sipil.
Berbicara setelah pertemuan dengan Raja Yordania Abdullah, Biden juga mengatakan AS sedang mengupayakan kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung “setidaknya enam minggu”.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.