"Akhirnya demokrasi di Indonesia akan terjebak terus menerus sebagai demokrasi yang bermasalah seperti sekarang, itu gak boleh terjadi," tambahnya.
Eep melanjutkan, perlawanan dalam pemilu bukan hanya semata-mata dari yang kalah, tetapi juga dari warga negara yang merasa hak-haknya dicederai.
"Jadi bukan hanya kontestan yang harus menegakkan haknya, tetapi juga para pemilih warga negara yang mempertaruhkan masa depan mereka lewat Pemilu itu layak ditimbang hak-haknya," pungkasnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.