Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PBB: Tank Israel Tembakkan Peluru ke Sekelompok Jurnalis, Tewaskan Reporter Reuters

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 14 Maret 2024 |12:59 WIB
PBB: Tank Israel Tembakkan Peluru ke Sekelompok Jurnalis, Tewaskan Reporter Reuters
PBB: Tank Israel tembakkan peluru ke sekelompok jurnalis, tewaskan reporter Reuters (Foto: Reuters)
A
A
A

ISTANBUL - Sebuah penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas insiden yang terjadi pada 13 Oktober 2023 telah menemukan bahwa sebuah tank Israel membunuh reporter Reuters Issam Abdallah di Lebanon pada tahun lalu. Israel diketahui menembakkan dua peluru 120 mm ke arah sekelompok jurnalis yang dapat diidentifikasi dengan jelas yang melanggar hukum internasional.

Investigasi yang dilakukan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang dirangkum dalam sebuah laporan yang dilihat oleh Reuters, mengatakan personelnya tidak mencatat adanya baku tembak di perbatasan antara Israel dan Lebanon selama lebih dari 40 menit sebelum tank Merkava Israel menembakkan peluru.

“Penembakan terhadap warga sipil, dalam hal ini jurnalis yang dapat diidentifikasi dengan jelas, merupakan pelanggaran terhadap UNSCR 1701 (2006) dan hukum internasional,” kata laporan UNIFIL, mengacu pada resolusi Dewan Keamanan 1701, dikutip Reuters.

"Dinilai tidak ada baku tembak di Jalur Biru pada saat kejadian. Alasan penyerangan terhadap jurnalis tidak diketahui,” demikian laporan setebal tujuh halaman tertanggal 27 Februari lalu itu.

Berdasarkan resolusi 1701, yang diadopsi pada 2006 untuk mengakhiri perang antara Israel dan pejuang Hizbullah Lebanon, pasukan penjaga perdamaian PBB dikerahkan untuk memantau gencatan senjata di sepanjang garis demarkasi sepanjang 120 km (75 mil), atau Garis Biru, antara Israel dan Lebanon.

Sebagai bagian dari misi mereka, pasukan PBB mencatat pelanggaran gencatan senjata dan menyelidiki kasus-kasus yang paling mengerikan.

Selain menewaskan Abdallah, dua tembakan tank tersebut juga melukai enam jurnalis lainnya di lokasi kejadian.

Ditanya tentang laporan UNIFIL, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Nir Dinar mengatakan Hizbullah telah menyerang IDF di dekat komunitas Hanita Israel pada 13 Oktober tahun lalu. Hizbullah membalas dengan tembakan artileri dan tank untuk menghilangkan ancaman tersebut dan kemudian menerima laporan bahwa jurnalis telah terluka.

“IDF menyesalkan adanya kerugian yang dialami pihak-pihak yang tidak terlibat, dan tidak dengan sengaja menembaki warga sipil, termasuk jurnalis,” terangnya.

“IDF menganggap kebebasan pers sebagai hal yang paling penting dan mengklarifikasi bahwa berada di zona perang adalah berbahaya,” lanjutnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement