Aam mengatakan, selain trauma akibat rentetan gempa, juga tersebar kabar hoaks tsunami akan terjadi. Sehingga, masyarakat lebih memilih mengungsi. “Nah, faktor trauma ini yang kemudian juga ditambah lagi ada isu tsunami, ada isu hoaks tsunami akan terjadi,” katanya.
Padahal, kata Aam, jika dilihat gempa di Laut Jawa yang kedalamannya cuma 20 sampai 50 meter secara mekanisme tidak akan signifikan bisa mengangkat massa air dan menyebabkan tsunami. “Secara mekanisme teknisnya, apalagi ini gempanya gempa sesar geser ya. Kecuali kalau nanti ada longsoran di bawah lautnya,” katanya.
“Kalaupun ada longsor di bawah laut pola sedimentasi yang ada di laut Jawa mungkin tidak akan signifikan untuk itu, tidak ada palung-palung yang signifikan dan seterusnya. Jadi kita sudah Sampaikan ke masyarakat dalam kesempatan ini kita sampaikan lagi bahwa tidak benar adanya isu-isu potensi tsunami di laut Jawa atau pascagempa Bawean,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.