Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Rumah Mewah Disulap Jadi Pabrik Sabu dan Happy Water di Semarang

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 05 April 2024 |04:03 WIB
5 Fakta Rumah Mewah Disulap Jadi Pabrik Sabu dan Happy Water di Semarang
Polisi merilis penggerebekan pabrik sabu di Semarang, Jawa Tengah (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Petugas gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Bea Cukai dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menggerebek sebuah rumah di Perumahan Ngesrep Hill nomor 8B1, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Berikut fakta-faktanya:

1. Pabrik Sabu 

Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa mengatakan, rumah mewah itu digunakan sebagai pabrik sabu dan happy water alias sabu cair.

“Lokasi ini (rumah) dijadikan home industry sabu dan happy water,” ujar Mukti Juharsa di tempat kejadian perkara (TKP), Kamis 4 April 2024.

2. Polisi Tangkap 2 Tersangka

Pengungkapannya berawal dari pihaknya menerima informasi dari Bea Cukai terkait adanya prekursor masuk ke Indonesia dari luar negeri kemudian dikirim ke Kota Semarang.

Petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya mendapati rumah di Kota Semarang itu ternyata dijadikan industri rumahan pembuatan sabu dan happy water.

Ada 2 tersangka yang dibekuk, semuanya peracik dan diupah oleh seseorang yang masih DPO.

3. Narkoba Diedarkan ke Sejumlah Kota Besar

Saat digerebek pada Senin 1 April 2024, petugas selain mendapati 2 tersangka juga aneka bahan kimia untuk meracik sabu, termasuk alat pelindung APD, kompor listrik dan kulkas. Mereka memproduksi dalam jumlah besar untuk diedarkan ke sejumlah kota besar.

“Happy water ini saset nanti dicampur air mineral (konsumsinya), efeknya sama dengan gunakan ekstasi. Kalau dari merknya Ducati dan Ferrari itu sama dengan yang diungkap di Thailand beberapa waktu lalu,” ujarnya.

4. Curiga Pengiriman Prekusor dari Luar Negeri

Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syarif Hidayat mengatakan, pihaknya sejak Januari sudah mencurigai adanya pengiriman prekursor dari China, Hong Kong termasuk Belanda. 

“Dari Januari sampai April, itu (pengiriman) bahan baku lengkap untuk buat sabu. Kami koordinasi dengan Bareskrim dan bisa diungkap klandestin lab pembuatan sabu ini,” kata Syarif.

5. Polisi Lakukan Pengembangan

Petugas masih mengembangkan pengungkapan tersebut. Aneka barang bukti yang ada di sana, baik yang sudah jadi maupun bahan baku termasuk alat-alatnya kini disita.

Saat ini, rumah berpagar cokelat itu dipasang garis polisi. Para tersangka meraciknya di lantai 2, malam hari. Komplek rumahnya memang relatif sepi, di blok tersebut hanya ada 6 rumah.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement