Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (5/5/2024), Dr Folt mengatakan tindakan harus diambil karena perkemahan tersebut mengganggu ujian dan persiapan upacara wisuda, dan situasinya berkembang ke arah yang berbahaya.
“Tujuan saya adalah memprioritaskan keselamatan dan mengembalikan kampus kami dan masyarakat sekitar ke keadaan normal,” katanya.
"Kami bertekad untuk memastikan siswa kami dapat menyelesaikan ujian mereka tanpa gangguan lebih lanjut dan bahwa USC dapat menjadi tuan rumah perayaan kelulusan yang telah diperoleh dengan susah payah oleh para lulusan kami,” lanjutnya.
Dr Folt mengkonfirmasi awal pekan ini bahwa USC telah memulai penyelidikan disipliner terhadap sejumlah individu yang melanggar kebijakan dan hukum.
Proses tersebut menyusul penangkapan 93 orang di USC bulan lalu setelah polisi dan pengunjuk rasa bentrok di kampus.
Pengosongan kamp USC terjadi hanya beberapa hari setelah polisi anti huru hara memindahkan perkemahan serupa di Universitas California, Los Angeles (UCLA).
USC adalah salah satu kampus tempat demonstran pro-Palestina dan polisi bentrok.
(Susi Susanti)