Lebih lanjut, AKP Tenda menjelaskan bahwa ketiga warga NTT tersebut adalah nelayan yang dipekerjakan oleh seseorang.
"Kapal tersebut mengalami masalah mesin. Tiga warga NTT adalah nelayan, dan kami masih mendalami siapa yang menyuruh mereka," ujarnya.
Dikonfirmasi, Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sembilan WNA Cina.
"Masih didalami dulu lebih lanjut," singkat AKBP Tony.
Saat ini, 9 WNA Cina dan 3 warga NTT masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Sukabumi. Pihak kepolisian bekerja sama dengan imigrasi untuk memastikan status legalitas WNA tersebut dan alasan mereka berada di perairan Sukabumi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.