SATUAN Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat mengerebek markas judi online di salah satu unit di apartemen kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis 4 Juli 2024.
Dalam penggerebekan tersebut polisi menangkap sejumlah orang. Berikut sejumlah faktanya:
1. Tujuh Orang Diamankan
"Total 7 orang sudah berhasil kita amankan," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M Syahduddi saat dihubungi wartawan, Rabu (10/7/2024).
2. Laporan dari Masyarakat
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan menyebutkan, hal ini terungkap usai adanya laporan dari masyarakat, terkait dugaan adanya praktik perjudian online di salah satu unit apartemen di lokasi kejadian.
"Dari hasil penyelidikan bahwa benar didapatkan adanya kegiatan usaha perjudian online yang dioperasikan oleh enam orang tersangka dengan inisial FAF (26), AE (39), YGP (20), FH (21), GF (21) dan FAP (19)," kata Andri.
Di sisi lain, polisi melakukan pengembangan dan mengamankan satu orang lainnya yakni pria berinisial MHP (41). Pelaku MHP sendiri merupakan pemilik rekening penampung uang hasil kejahatan.
"MHP selaku pemilik rekening penampung hasil kejahatan," katanya.
3. Lakukan Penyelidikan
Polres Metro Jakarta Barat saat ini masih melakukan serangkaian pendalaman. Dalam penggerebekan itu, sejumlah barang bukti berupa perangkat komputer hingga ponsel yang digunakan para pelaku untuk beraksi.
4. Sita Sejumlah Barang Bukti
"Barang bukti dan para tersangka kita amankan. Barang bukti yang disita 6 unit CPU, 6 unit monitor, 7 unit keyboard, 6 buah mouse, 8 unit handphone, 3 unit sepeda motor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andri Kurniawan
5. Lakukan Peretasan Terhadap Website Pemerintah
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP AKBP Andri Kurniawan menyebutkan, para pelaku melakukan peretasan terhadap website pemerintahan untuk memasarkan judi online.
"Tersangka tersebut memasarkan atau mengiklankan situs judi online dengan cara meretas dan mengubah tampilan website pemerintah maupun pendidikan," kata Andri Kurniawan kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).
Andri menjelaskan, para pelaku menargetkan website yang memilki tingkat proteksi keamanan yang lemah untuk diretas. Kemudian, tampilan website tersebut diubah menjadi konten judi online.
"Mereka melakukan aksinya dengan mencari website milik pemerintah (dengan URL go.id) maupun pendidikan (dengan URL ac.id) yang memiliki keamanan lemah. Selanjutnya mereka melakukan defacing (mengubah tampilan website) dengan konten yang bermuatan perjudian," jelasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.