"PKB (27 kursi) adalah partai pemenang terbesar di Jatim, disusul PDIP (21 kursi) dan Gerindra (21 kursi). Jadi kursi koalisi PDIP dengan PKB sudah 2/3 kursi 6 parpol pendukung Khofifah-Emil. Jika PKS dan Nasdem bergabung, situasi parpolnya adalah 50 vs 50. Jalan terjal bagi Khofifah-Emil," bebernya.
Kemudian, di Jabar dan Banten, Golkar dengan Gerindra hampir dapat dipastikan akan saling berhadapan. Di sisi lain, justru di dua provinsi ini, penentunya adalah PDIP.
"Di Jabar, PDIP merupakan partai pemenang ke 3. Sementara di Banten pemenang pertama bersama Gerindra dan Golkar. Jika Gerindra dengan Golkar pisah jalan, tentu suara PDIPlah yang menentukan," katanya.
Sementara itu, lanjut Ray, untuk di Jateng, masih terlihat samar-samar. KIM disinyalir masih menunggu kepastian dari putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
Menurutnya, jika Kaesang maju, kemungkinan besar KIM akan solid ke Kaesang. Sebaliknya, jika tidak, kemungkinan KIM akan terbelah juga.
"Meskin begitu, ada figur lain yang dapat menyatukan mereka. Tapi, baik Kaesang atau figur lain, kesulitan mereka menentukan siapa bakal jadi cawagubnya. Secara kursi, Gerindra berpotensi mengambilnya. Tapi, jika Gerindra terlalu banyak mengambil, niscaya kader-kader parpol KIM bisa mandeg karirnya," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.