ISU ketegangan internasional khususnya Timur Tengah sering kali melibatkan berbagai lapisan kompleksitas politik dan strategi yang memengaruhi hubungan antara negara-negara besar. Ditambah kabar terbaru meninggalnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh ditangan Israel makin membuat situasi semakin memanas.
Lantas, apa hubungannya dengan pihak sekutu setia Amerika di kasus ini? Berikut ulasan singkatnya
Untuk memahami kekhawatiran Amerika, penting melihat latar belakang konflik antara Israel dan Lebanon. Ketegangan antara kedua negara telah berlangsung selama beberapa dekade, sebagian besar disebabkan perseteruan dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Hizbullah sering terlibat dalam konfrontasi dengan Israel, dan serangan lintas batas telah menjadi hal yang relatif umum dalam sejarah hubungan mereka.
Amerika Serikat (AS) sudah lama menjadi sekutu setia Israel dan memiliki kepentingan strategis yang besar di Timur Tengah. AS sering kali berada di posisi untuk menengahi dan mengelola konflik di wilayah ini guna melindungi kepentingan nasionalnya serta stabilitas regional. Dalam konteks ini, ketidakstabilan di Lebanon atau serangan Israel terhadap Lebanon dapat memengaruhi keamanan dan kepentingan Amerika di wilayah tersebut.
Ada beberapa alasan mengapa Amerika mungkin merasa khawatir tentang kemungkinan serangan Israel ke Lebanon: